Minggu, 20 Oktober 2013

THERMOKIMIA

Termokimia adalah cabang dari kimia fisika yang mempelajari tentang kalor dan energi berkaitan dengan reaksi kimia dan/atau perubahan fisik. sebuah reaksi kimia dapat melepaskan atau menerima kalor. begitu juga dengan perubahan fase, misalkan dalam proses mencair dan mendidih. termokimia fokus pada perubahan energi, secara khusus pada perpindahan energi antara sistem dengan lingkungan. jika dikombinasikan dengan entropi, termokimia juga digunakan untuk memprediksi reaksi kimia akan berlangsung spontan atau tidak spontan. Persamaan Kalor Jika dilihat dari jenis reaksi, terdapat beberapa macam jenis kalor, yaitu: Kalor pembentukan Kalor pembentukan adalah kalor yang dilepas atau diterima pada saat satu mol senyawa terbentuk dari unsur-unsurnya. Sebagai contoh adalah pada saat pembentukan amonia dari unsur-unsurnya, maka akan dilepaskan energi sebesar 46 kJ. ½ N2 (g) + 1½ H2 (g) → NH3 (g) ΔH = -46 kJ Kalor penguraian Kalor penguraian adalah kalor yang dilepas atau diterima pada saat satu mol senyawa terurai menjadi unsur-unsur pembentuknya. Contohnya adalah peruraian asam fluorida menjadi unsur-unsurnya membutuhkan kalor sebesar 271 kJ. HF(g) → ½ H2 (g) + ½ F2 (g) ΔH = +271 kJ Kalor pembakaran Kalor pembakaran adalah kalor yang dilepaskan pada saat satu mol senyawa dibakar menggunakan oksigen. CH4 (g) + 2 O2 (g) CO2 (g) + H2O (g) ΔH = ±802 kJ Simbol negatif (-) pada ΔH  menyatakan sistem melepaskan kalor, sedangkan simbol positif (+) menyatakan sistem menerima kalor. Kalorimetri Pengukuran perubahan kalor dilakukan menggunakan kalorimetri, yang biasanya berupa chamber tertutup yang dapat mengukur perubahan energi.
Temperatur chamber diamati menggunakan termometer atau thermocouple. Temperatur yang didapatkan diplot melawan waktu membentuk grafik. Kalorimeter modern dapat membaca informasi yang dibutuhkan dengan cepat. Sebagai contoh adalah DSC (Differential Scanning Calorimeter).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar